Sejujurnya saya tidak dapat menilai sebuah musik secara objektif (walaupun objektivitas dalam musik dapat dibilang absurd karena tidak ada indikator jelas yang dapat digunakan) atau membuat list panjang musisi yang mempengaruhi musik seseorang. Oleh karena itu saya hanya akan mencoba mengantar (dan bukan menuntun) anda, menggunakan rangkaian kata-kata yang lahir dari prespektif subjektif saya, dalam perjalanan menuju 12 lagu yang saya asumsikan akan anda dengarkan dalam 15 menit kedepan.

Sebagaimana sebuah stand up comedian mempresentasikan line-line jitunya, terpisah beberapa bagian, MonoChromatic-pun saya rasa berusaha membagi albumnya per-bagian. Bagian tersebut terpisah menjadi dua. Di track-track bagian awal kita akan disuguhkan riuhnya drum machine beserta synth-synth trancey yang segera mengingatkan kita akan Homogenic atau Stereomantic. Bagian tersebut dimulai dari lagu “Rising To The Surface” dimana judul lagu tersebut menurut saya dapat dengan tepat merepresentasikan nuansa yang dimiliki oleh lagu itu sendiri. Walau lirik di lagu-lagu selanjutnya banyak berbicara tentang proses ditinggalkan, MonoChromatic dapat dengan konsisten membangun satu ‘pemandangan’ yang sama dari lagu pertama hingga ‘belokan’ menuju bagian kedua album mereka, entah dari model petikan gitar chorus yang dipertahankan di dua lagu yaitu “Song For You” dan “I Rest And Sleep” atau dari beat-beat yang dipakai di dua lagu tersebut. ‘Pemandangan’ tersebut mulai memudar di lagu “Dip In Sweat”, distorsi gitar di akhir lagu dan nada vokal yang nampak tergesa berhasil menculik saya. “Dip In Sweat” merupakan ancang-ancang menuju ‘belokan’ menuju bagian kedua dari album ini sementara ‘belokan’ yang sebenarnya ada di lagu “Calling From The Unknown.”

“Calling From The Unknown” adalah lagu yang berperan sebagai sebuah pemisah antar bagian di album ini. Lagu tersebut juga berhasil mengagetkan saya dengan kehadiran adu riuh bebunyian suling dan saluang di akhir lagunya. Dengan berakhirnya lagu “Calling From The Unknown”, semua ‘pemandangan’ dan nuansa yang dibangun MonoChromatic di awal album hancur. Oke, sekarang seharusnya saya menulis tentang bagaimana “Full Stop” dapat menjadi tembang terdahsyat menurut saya, tapi rasanya sulit untuk mendeskripsikannya dengan tepat. Baiklah, mari membuat analogi, bayangkan Beth Gibbson dan Trent Reznor adalah sepasangan Suami Istri dan mereka membuat proyek musik bersama.

Tidak puas dengan menghadirkan Beth Gibbson, MonoChromatic berhasil menghadirkan Björk di imajinasi saya lewat “Woodland Mystery”. Nuansa musik-musik Portishead kembali terdengar di tembang “Caged” yang bertandang tepat setelah “Woodland Mystery.” MonoChromatic mulai membangun nuansa yang sangat gelap di lagu ini dengan suara pintu, bisikan-bisikan, dan progresi kord minor. Setelah “Caged” saya kembali dikejutkan dengan hadirnya banyak instrumen tradisional di lagu “A Moment Between Time And You”, lagu yang secara ajaib dapat meramu komposisi pas antara unsur tradisional dan electronic. “A Moment Between Time And You” dapat dengan baik menutup sebuah perjalanan yang sarat akan perubahan dinamika suasana.

Seperti yang saya sebut diatas, pembagian dua nuansa dalam satu album “Monochromatic World” merupakan ‘pemandangan’ yang terekam dalam benak saya ketika mendengarkan keseluruhan album ini. Secara perlahan dan tanpa merusak mood mereka dapat membelokan nuansa sedikit bright menjadi lebih pekat dan terasa gelap, hal ini didukung pula oleh tema lirik yang berbicara tentang proses ditinggalkan. Jauhkan substansi dan rasakan pengalaman trancey menyelami dunia yang dibangun oleh MonoChromatic. -Afiandi D Lacborra

………………………………………………………………………………………………………………………………………
TRACK LIST
………………………………………………………………………………………………………………………………………
1. Rising To The Surface
2. Immobility
3. Last Night Fairytale
4. Song For You
5. I Rest And Sleep
6. Dip In Sweat
7. Calling From The Unknown
8. Full Stop
9. Woodland Mystery
10. Caged
11. Let It All
12. 22 In 2AM
13. A Moment Between Time And You
………………………………………………………………………………………………………………………………………
STREAMING
………………………………………………………………………………………………………………………………………
MonoChromatic – Full Stop

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.


………………………………………………………………………………………………………………………………………
DOWNLOAD
………………………………………………………………………………………………………………………………………
SONGS + PDF BOOKLET 137 MB (.zip)

………………………………………………………………………………………………………………………………………
VIDEO
………………………………………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………………………………………
INFO
………………………………………………………………………………………………………………………………………
All Songs Written By MonoChromatic
All Lyrics By Dita Maulani & Domziro
Recorded Between May 2011 – december 2013 at MC Studio
Lyrics By Dita Maulani – Immobility, Last Night Fairytale, Dip In Sweat, Woodland Mystery, Full Stop, Caged
Lyrics By Domziro – I Rest and Sleep, Song For You, 22 in 2 Am, Let it All, A Moment Between Time And You

Additional Musicians by Indra Aryadi (Acoustic & Electric Guitar) on Dip In Sweat ( Interlude ), Song For You, & 22 In 2 Am. Bang Saat Borneo (Suling & Saluang) on Let It All & A Moment Between Time And You.

Artwork By Fiki Ramadhan
Liner Notes by Afiandi D. Lacborra
Sleeve Design by Tahu88
Published and Released by Hujan! Rekords, 14 July 2013
………………………………………………………………………………………………………………………………………
MONOCHROMATIC
………………………………………………………………………………………………………………………………………
MonoChromatic merupakan sebuah grup Electronic asal Bogor yang terpengaruh oleh buaian musik Kid Loco, Lamb, Late Night Alumni, Telepopmusik, Teamsleep, Sade, Midlake, Junior Boys, dan Boards Of Canada. Mengkombinasikan beberapa elemen instrumen analog maupun digital mereka mencoba untuk membangun nuansa musik yang gloomy dan cenderung gelap. Pencarian nuansa tersebut berujung pada sebuah benang merah yang mereka sebut sebagai “The emergence of material from the unconscious, including deep emotional issues.”

MonoChromatic Are:
- Domziro (Programmer and Sequencers)
- Dita Maulani (Vocal)
- Andri Afniardi (Programmer, Keyboard, and Synthesizer)
- Anton Ferdianto (Bass)
- Indra Wira Pratama (Guitar)

………………………………………………………………………………………………………………………………………
BAND CONTACT
………………………………………………………………………………………………………………………………………
+62812 8819 9913 (Domo)
Mail
Facebook
Twitter
Soundcloud
Youtube


Did you like this? Share it: